Archive for the 'Uncategorized' Category

Aug 03 2014

Ruqyah adalah Sugesti? (Bagian 2)

Published by under Uncategorized

Bayi perempuan yang baru berumur 1 tahun itu selalu rewel. Ini terjadi sudah lebih dari 1 minggu. Dari lahir, bayi perempuan ini tidak banyak menangis. Orang-orang yang pernah melihatnya pun mengatakan demikian. Namun, saat ini bayi perempuan itu selalu menangis kecuali saat di gendongan ibunya. Biasanya juga dia betah bersama ayah atau kakak laki-lakinya yang lebih tua 10 tahun dan hanya mencari ibunya jika lapar atau haus. Bukannya betah, saat ini bayi itu justeru menangis bila berada di dekat mereka.

Comments Off on Ruqyah adalah Sugesti? (Bagian 2)

Jun 28 2014

Menerima Kunjungan SMAN 1 Lempuing

Published by under Uncategorized

Sebagaimana tugas menerima tamu sekolah menengah atas, madrasah aliyah atau pondok pesantren lainnya, Selasa 17 Juni 2014 lalu saya kembali mendapat giliran menyampaikan presentasi tentang Universitas Islam Indonesia (UII). Kali ini tamu yang datang adalah rombongan SMAN 1 Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Propinsi Sumatera Selatan. Rombongan yang berjumlah 70-an orang siswa dan guru pendamping ini diterima di Lantai 2 Gedung Kuliah Umum Prof. dr. Sardjito, M.P.H. Kegiatan penerimaan ini diorganisasi oleh tim dari Direktorat Pemasaran, Kerjasama, dan Alumni (DPKA) UII.

Penyambutan SMAN 1 Lempuing di GKU Prof. dr. Sardjito, M.P.H.

Wakil Rektor III UII, Dr. Abdul Jamil, S.H., M.H., berkesempatan menerima secara langsung kunjungan ini sekaligus menyambut rombongan. Dalam sambutannya, Wakil Rektor III antara lain menandaskan bahwa keluarga besar UII senantiasa menerima dengan tangan terbuka kedatangan tamu-tamu calon mahasiswa dari Sumatera karena memang banyak sekali mahasiswa, alumni, pegawai dan dosen bahkan pimpinan universitas yang berasal dari pulau berjuluk Andalas tersebut. Sejumlah perkembangan di UII juga disampaikan oleh Wakil Rektor III UII dalam sambutannya, termasuk prestasi terakhir.

Sambutan Wakil Rektor III UII kemudian dibalas dengan sambutan pimpinan rombongan SMAN 1 Lempuing, Drs. Harmen, M.Si. Pimpinan rombongan yang juga adalah kepala sekolah tersebut menyatakan apresiasinya yang mendalam kepada UII yang telah ia ketahui kualitasnya. Sampai saat ini memang belum ada alumni SMAN 1 Lempuing yang menjadi mahasiswa UII. Namun sekolah yang dipimpinnya pada masa sebelumnya, yaitu SMAN 1 Lempuing Jaya, telah memiliki alumni yang kuliah di UII, dan alumni tersebut menurut pimpinan rombongan telah banyak menunjukkan prestasi membanggakan bagi sekolahnya dan menjadi kader yang mengarahkan adik-adiknya untuk masuk ke UII.

Wakil Rektor III UII Saat Memberikan Sambutan pada Kunjungan SMAN 1 Lempuing

Pimpinan rombongan SMAN 1 Lempuing juga menyampaikan bahwa sekolahnya berharap UII yang saat ini telah memperoleh Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dengan nilai A dapat memberi ruang bagi para siswanya untuk menempuh pendidikan tinggi. Hal ini disampaikan pimpinan rombongan mengingat kualitas pendidikan di Indonesia yang belum merata, terutama di daerah-daerah pemekaran atau daerah terpencil.

Menanggapi harapan pimpinan rombongan, Wakil Rektor III UII menyampaikan bahwa UII memiliki misi yang jauh ke depan untuk mencetak para pemimpin bangsa berkualitas. Upaya ini dilakukan antara lain dengan peningkatan kualitas seleksi dan proses belajar mengajar. Oleh karenanya Wakil Rektor III UII menganjurkan para siswa yang ingin masuk UII untuk mencoba sejumlah ujian masuk yang saat ini sudah ada yaitu melalui tes tertulis (PBT), tes komputer (CBT) maupun prestasi (PSB). Masing-masing tes memberikan peluang masuk UII lebih besar karena hasil ujian akan disesuaikan dengan kemampuan akademik para siswa.

Wakil Rektor III UII Menerima Cindera Mata dari Kepala SMAN 1 Lempuing Berupa Patung Gajah

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan serah terima cindera mata antara UII dan SMAN 1 Lempuing, sebelum dilanjutkan pemaparan mengenai UII secara umum dan mekanisme seleksi yang digunakan selama ini. Dalam paparan yang saya sampaikan ini, kehidupan di Jogja sebagai kota pelajar dan biaya hidup yang dibutuhkan juga dijelaskan. Secara umum, para siswa menerima dengan baik presentasi singkat ini dan bagi mereka, karena berasal dari daerah penghasil karet dan kopi, biaya hidup di Jogja dan kuliah di UII dianggap relatif terjangkau. Seleksi masuk dan persaingan di dalamnyalah yang menjadi perhatian utama mereka. Karenanya sejumlah pertanyaan yang muncul justru berkaitan dengan ujian masuk dan syarat-syarat pada sejumlah program studi favorit.

Penyampaian Presentasi tentang UII kepada Siswa dan Guru SMAN 1 Lempuing

Selesai presentasi dan tanya jawab, rombongan meninggalkan UII untuk melanjutkan perjalanan yang kali ini akan diteruskan menuju Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

Album foto kunjungan ini dapat dilihat pada link ini.

Comments Off on Menerima Kunjungan SMAN 1 Lempuing

Jun 27 2014

Modul: Production Sharing Contract

Published by under Uncategorized

Download modul: click here

Comments Off on Modul: Production Sharing Contract

Jun 17 2014

eGovernment Dua Minggu

Published by under Uncategorized

A

Comments Off on eGovernment Dua Minggu

Jun 14 2014

Praktik adalah Bagian dari Belajar

Published by under Uncategorized

Demikian juga saat kita belajar ilmu agama. Mempraktikkannya juga akan membantu kita dalam memahami ilmu agama. Syaikh Prof. Dr. 'Abdurrazaq bin Abdil-Muhsin Al-'Abbad Alu Badr menyampaikan masalah tersebut dalam salah satu bab karya beliau, yang diberi judul "Amal adalah Sebab Teguh dan Kokohnya Ilmu". Karya beliau tersebut berjudul ???? ????? ????? (Beramal adalah Buah dari Ilmu). Berikut ini adalah isi dari bab tersebut, yang dikutip dari buku "4 in 1 Karya Syaikh Prof. Dr. 'Abdurrazaq bin Abdil-Muhsin Al-'Abbad".

Comments Off on Praktik adalah Bagian dari Belajar

Jun 14 2014

Lulusan Perguruan Tinggi Dianjurkan Menjadi Entrepreneurs

Published by under Uncategorized

Saat ini semakin banyak sarjana, bahkan mereka bergelar doktor, masuk dalam sektor usaha dan menjadi entrepreneur. Mereka melihat posisi entrepreneurs lebih menjanjikan ketimbang menjadi pegawai negeri, ataupun pegawai pada perusahaan swasta milik orang lain.

Oleh karena itu, para lulusan Perguruan Tinggi (PT) dianjurkan untuk menjadi entrepreneurs ketimbang melamar ke sana ke mari yang juga tidak mudah memperoleh pekerjaan. Lebih-lebih di Papua, dengan kekayaan alam yang luar biasa banyak, dengan perekonomian berkembang pesat, serta anggaran daerah yang besar, maka peluang usaha semakin menjanjikan. Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) dan juga Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dalam sambutan pada wisuda Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STIKIP) Muhammadiyah di Manokwari, Papua Barat, Sabtu (14/6).

Pada kesempatan tersebut, STIKIP Muhammadiyah di Manokwari mewisuda 248 wisudawan, terdiri atas 199 wisudawan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 16 wisudawan Matematika, 8 wisudawan Biologi, 12 wisudawan Bahasa Inggris, dan 12 wisudawan Bahasa Indonesia. Wisuda juga dihadiri Gubernur Papua Barat, Abraham Oktavianus Atururi, Wakil Bupati Manokwari/Ketua Aptisi Wilayah XIV B Dr. Robert K.R. Hammar, SH. MH, Koordinator Kopertis Wilayah XIV, Drs. Festus Simbiak, M.Pd. Koordinator Kopertis Wilayah XII Dr. Zainuddin Notanubun, M.Pd. dan Abdul Rosik Manan, SH.,M.MPd selaku Ketua STKIP Muhammadiyah di Manokwari.

Dikatakan, saat ini bukan saatnya lagi merasa lebih bergengsi menjadi pegawai. “Dulu orang merasa bangga jadi PNS, dan merasa rendah kalau hanya berbisnis atau usaha mandiri. Sekarang sudah berubah, orang melihat bagaimana kinerjanya, bagaimana hasil karyanya, sehingga tak ada pekerjaan yang otomatis mengangkat status sosial seseorang,” ujar mantan Rektor UII ini.

Dulu, tambahnya, untuk jadi pejabat, seolah hanya bisa dari PNS atau ABRI. “Sekarang kan tidak. Banyak pemgusaha bisa jadi gubernur, walikota, bupati, hingga menteri. Bahkan ada yang jadi Wapres atau Calon Presiden,” kata Edy Suandi Hamid.

Dikatakan, saat ini ratusan ribu lulusan PT menganggur, dan memberikan gambaran betapa persaingan di bursa kerja lulusan PT sangat ketat. Persaingan ketat juga membuat gaji mereka pun tertekan ke bawah.

Ditambahkan, dengan berlakunya Asean Economic Community (AEC) akhir tahun depan, persaingan ini akan makin ganas lagi. Tenaga terdidik dan  terlatih dari negara asean akan banyak masuk ke Indonesia. Mereka sudah menyiapkan diri sejak lama menghadapi persaingan era AEC ini, sementara kita belum melakukan apa-apa. Oleh karena itu, Edy Suandi Hamid juga mengingatkan para sarjana baru untuk terus mengasah pengetahuannya dan ketrampilannya,  khususnya soft skill.

Dikatakan, dari suatu penelitian yang dilakukan Harvard University AS, dikerahui hard skill hanya menyumbang 20% dari karir seseorang, 80% ditentukan soft skill, seperti kemampuan berkomunikasi, kemampuan berorganisasi, kepemimpinan, daya analitik, etika, kemampuan beradaptasi, dan sebagainya. “Indeks prestasi diperlukan, tapi bukan yang utama,”ujarnya.

Oleh karena itu, tak mengherankan juga para CEO perusahaan ketika merekrut tenaga kerja melihat dari soft skill ini. Utamanya seperti kemampuan bekerja dalam team, kemampuan mengambil keputusan dengan cepat, ataupun kemampuan berkomunikasi baik internal maupun eksternal.

Comments Off on Lulusan Perguruan Tinggi Dianjurkan Menjadi Entrepreneurs

Jun 02 2014

APTISI Ringankan Korban Bencana Gunung Sinabung

Published by under Uncategorized

Pemerintah dan masyarakat perlu lebih memperhatikan pendidikan para pelajar yang terkena dampak bencana. Pada saat awal terjadinya bencana, banyak bantuan mengalir karena euforia untuk membantu korban masih besar. Namun beberapa waktu usai bencana terjadi, banyak yang mulai lupa bahwa sebenarnya masyarakat korban bencana masih membutuhkan uluran tangan. Para korban banyak yang belum dapat beraktifitas seperti biasa sehingga pendapatan keluarga merosot. Akibatnya banyak yang kesulitan untuk kembali mengenyam pendidikan. Oleh karena itu, bantuan kepada siswa/mahasiswa ini perlu menjadi perhatian dari masyarakat dan pihak-pihak terkait.

Melihat banyak fakta seperti itu, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) mendata beberapa mahasiswa dan siswa yang membutuhkan bantuan di Kabupaten Karo. APTISI memberikan bantuan beasiswa kepada para pelajar tersebut melalui Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karo dan juga langsung kepada mereka di lokasi bencana. Bantuan disampaikan oleh Ketua Umum APTISI, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. didampingi pengurus APTISI wilayah 1A Sumatera Utara kepada Bupati Kabupaten Karo, Kene’ Ukur Karo Jambi dengan total bantuan senilai Rp 42,5 juta. Penyerahan bantuan bertempat di Kantor Bupati Kabupaten Karo di Kaban Jahe, Sumatera Utara.

Dalam sambutannya Prof. Edy yang juga Guru Besar Ekonomi UII menyatakan, meski bantuan ini tidak seberapa namun diharapkan dapat meringankan para mahasiswa dan siswa tersebut serta menstimulus elemen-elemen masyarakat untuk terus membantu korban bencana Sinabung. Dalam waktu dekat, APTISI juga akan memberi bantuan serupa untuk korban letusan Gunung Kelud.

Menurut pengamatan APTISI di lapangan, banyak orang tua yang kesulitan untuk membiayai anak-anaknya yang kuliah. Untuk itu, Prof. Edy mengimbau pada PTS anggota APTISI untuk membebaskan atau memberi keringanan biaya kuliah, dan bahkan bisa memberikan beasiswa pada mahasiswa yang keluarganya mengalami kesulitan finansial akibat letusan Sinabung.

Dikatakan, pada waktu lalu, saat ada bencana tsunami Aceh, gempa bumi Padang dan Liwa, gempa Bantul, dan letusan Merapi di Yogyakarta, banyak PTS yang membantu meringankan beban mahasiswa dari wilayah bencana tersebut.

Hadir dalam penyerahan bantuan Sekretaris APTISI Wilayah 1A Uchwatul Achyar, para rektor seperti Rektor Universitas Muslim Nusantara Kondar Siregar, dan Ketua Akademi Kebidanan Bina Husada, Wakil Rektor Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Usman Nasution, dan dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan Dr. Gunawan.

Dalam kesempatan tersebut Prof. Edy Suandi Hamid dan rombongan berkesempatan memberikan bantuan dan mengunjungi langsung shelter penampungan pengungsi yang masih belum bisa pulang ke kediaman karena masih dianggap berbahaya. Tercatat korban tewas akibat letusan Sinabung sebanyak 17 orang, sementara korban material di sektor pertanian sejumlah Rp. 1 Trilliun.

Comments Off on APTISI Ringankan Korban Bencana Gunung Sinabung

Next »