Archive for the 'Ulasan' Category

Jul 04 2015

Mendaras Agama Lewat Teknologi

Published by under Ulasan,Uneg-uneg

Beberapa hari menjelang Ramadan, sebuah meme gambar menyebar lewat media sosial. Meme tersebut menggambarkan penyuara kuping (earphone, headset) yang dikontraskan dengan tasbih, dan komputer tablet yang dilawankan dengan Alquran cetakan. Pesan yang nampaknya akan disampaikan adalah: penyuara kuping dan komputer tablet adalah musuh dalam beragama. Atau lebih spesifik, kedua artefak harus dijauhi selama Ramadan. Nampaknya, pembuat gambar mempunyai pandangan yang sempit terhadap artefak tersebut, terjebak pada simbol dan perumuman (generalisasi) yang tidak hati-hati. Mengapa?

Bisa jadi yang didengarkan melalui penyuara kuping adalah kajian agama atau murattal Alquran, dan komputer tablet juga digunakan maksud serupa, mendengarkan resitasi Alquran. Tasbih dan Alquran cetakan (bukan teks Alqurannya) adalah artefak teknologi untuk mendukung keberagamaan. Tasbih bisa mewujud dalam bentuk elektronik, Alquran bisa dikemas dalam sebuah aplikasi digital. Kata kuncinya adalah fungsi, bukan bentuk artefak. Penyuara kuping dan komputer tablet mempunyai beragam fungsi yang ditentukan oleh niat penggunanya.

Saya teringat ‘Kitab Fathurrahman li Thalibi Ayatil Quran’, kitab yang berisi indeks Alquran, untuk mencari ayat dengan tema tertentu atau dengan penggalan kata tertentu. Kitabnya sangat tebal. Fungsi kitab tersebut dapat diambil alih oleh teknologi digital telah memungkinkan pencarian ayat Alquran dengan mudah. Banyak aplikasi, baik dalam versi bergerak untuk gawai (gadget) maupun versi daring (online) di Internet. Berikut adalah beberapa contoh.

Situs web http://www.quran.com memberikan berbagai kemudahan dalam mempelajari kandungan Alquran dengan terjemahan beragam bahasa, termasuk tafsir Jalalain (salah satu kitab tafsir paling populer di kalangan pesantren) perayat. Fungsi pencarian layaknya ‘Kitab Fathurrahman’ ditemukan di sana. Menginginkan fungsi terjemahan per kata? Buka corpus.quran.com. Lebih dari itu, situs web ini bahkan memungkinkan kita mengakses resitasi dan arti perkata, serta analis sintaksisnya. Lebih menarik lagi, kita bisa mendapatkan peta konsep dalam Alquran. Peta ini sangat bermanfaat mempelajari hubungan antarkonsep dan ayat dalam Alquran berdasarkan kontennya.

Sebagai contoh, pilih konsep awal physical substance (zat fisis). Konsep ini terkait dengan clay (lempung), silk (sutra), dust (debu), oil (minyak), glass (kaca), coral (batu karang), soil (tanah), pearl (mutiara), mineral (mineral), dan metal (logam). Jika kita telusur lebih jauh, metal yang disebut dalam Alquran terdiri atas brass (kuningan, campuran tembaga dan seng – dalam Alquran terjemahan Kemenag: besi), gold?(emas), silver (perak), dan iron?(besi). Jika ditelisik lebih jauh,? besi yang dalam bahasa Arab,? hadid muncul enam kali dalam?Alquran, termasuk dalam ben?tuk Al-aghlal yang berarti ran-?tai besi. Coba lacak konsep lain.? Situs web corpus.quran.com sangat mungkin memberikan kejutan-kejutan pengetahuan.

Ingin mengakses sumber agama yang lain, Hadis? Buka sunnah.com. sebanyak 13 kitab Hadis masyhur, seperti Sahih Albukhori, Sahih Muslim, Muwatta’ Malik, Bulugh Almaram, sampai Arbain Nawawi, telah didigitalkan di sini. Situs web ini melengkapinya dengan terjemah beberapa bahasa dan fitur pencarian. Ketikkan kata fasting (puasa), sebanyak 1.622 Hadis akan diidentifikasi dari berbagai kitab. Pilih salah satu Hadis yang akan dilihat lebih jauh, kita dapat menemukan terjemah dalam bahasa Indonesia, jika bahasa Arab dan bahasa Inggris masih terasa asing bagi kita.

Pelajaran apa yang bisa kita dapat? Jangan terjebak simbol dan gegabah menyuntikkan nilai peyoratif mati pada sebuah artefak teknologi. Teknologi yang dibingkai niat yang tepat dapat membantu penggunanya mendaras agama. Teknologi bahkan telah membuka akses sebanyak mungkin orang dalam mendaras agama. Tentu, hal ini tidak berarti kita meninggalkan guru-guru kita. Kembali ke ilustrasi pembuka: penyuara kuping bukanlah musuh tasbih, dan komputer tablet bukan lawan Alquran cetakan. Insya Allah.

Tulisan ini telah dimuat dalam Koran Kedaulatan Rakyat, 3 Juli 2015.


Comments Off on Mendaras Agama Lewat Teknologi

Mar 06 2015

eBudgeting

Dalam sebuah konferensi internasional, seorang peserta bertanya ketika saya selesai mempresentasikan eProcurement (lelang online) di Indonesia: Apakah Anda yakin sistem tersebut benar-benar menghapus korupsi? Jawab saya: Tidak seratus persen. Saya jelaskan bahwa korupsi dalam ranah pengadaan barang dan jasa, mencakup semua spektrum, tidak hanya pada saat lelang. “Bau busuk” korupsi dapat tercium mulai pada saat perencanaan atau penyusunan anggaran. Drama kekisruhan antara DPRD dan Gubernur DKI Jakarta (Ahok) dalam penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) adalah buktinya.

Dalam beberapa pekan terakhir, publik diberi tontonan menarik ini. Mengapa menarik? Meskipun ini adalah masalah DKI Jakarta, kisruh ini adalah yang pertama terjadi di Indonesia secara telanjang. Publik semakin dewasa dan lebih peduli dengan masalah bangsa. Diskusi publik di banyak media, termasuk media sosial, adalah indikasinya. Saling tuduh siapa mengubah RAPBD adalah menu utamanya. Ahok menuduh DPRD yang menambah anggaran “siluman” sebesar Rp 12,1 triliun. Sebaliknya, DPRD menuding pihak eksekutif yang melakukannya. Bahkan, kekisruhan ini bereskalasi dalam beberapa hari terakhir, dengan aksi saling melaporkan.

Bagaimana mengurangi “bau busuk” korupsi yang mungkin terjadi pada saat penyusunan anggaran? Sistem eBudgeting yang digunakan oleh DKI Jakarta adalah salah satu jawabnya. Karena itulah, Ahok dapat dengan “mudah” mengetahui dan yakin munculnya anggaran “siluman”. eBudgeting adalah aplikasi teknologi informasi atau perangkat lunak untuk mendukung siklus penganggaran, mulai dari perencanaan, pembuatan program, sampai dengan kendali dan evaluasi. eBudgeting di Indonesia sebetulnya bukan hal baru. Kota Surabaya sudah menggunakannya mulai beberapa tahun yang lalu.

Apa manfaat dari eBudgeting? Pertama, kontrol akan lebih mudah dilakukan. Hanya mereka yang berhak yang dapat mengakses dan mengubah anggaran. Karenanya, pelacakan siapa mengisi apa seharusnya juga dapat dilakukan dengan mudah (jika fitur ini dikembangkan). Namun demikian, manfaat ini mewujud hanya jika asumsi orang yang berhak tersebut adalah orang-orang terpercaya.

Kedua, kontrol dapat dilakukan sejak tahap perencanaan. Pada kasus DKI Jakarta, eBudgeting didesain untuk dapat menolak usulan yang dianggap tidak relevan. Usulan anggaran yang “mengada-ada” dapat diminimalkan. Ahok mengklaim, fitur ini dalam sistem eBudgeting di DKI Jakarta telah menolak usulan anggaran yang tidak relevan sebesar Rp 5,3 triliun.

Ketiga, tranparansi anggaran dapat ditingkatkan. Saat ini, publik dapat melihat RAPBD detil dua versi secara online, meski tidak pada situs web resmi. Rasa penasaran publik terobati. Ke depan, RAPBD versi final, termasuk realisasinya secara detil seharusnya juga dapat diakses oleh publik. Sampai hari ini, sangat sulit mencari laporan realisasi APBD detil yang dapat diakses oleh publik. Masih banyak pihak yang risih dengan berbagai alasan. Supaya tidak hanya menjadi mimpi tanpa ujung, diperlukan keberanian khusus dari pada pemimpin pemerintahan semua tingkat. “Kalau bersih kenapa harus risih”, bunyi slogan sebuah iklan.

Keempat, kontrol realisasi anggaran akan menjadi lebih mudah dilakukan. Capaian pelaksanaan program dan keterserapan anggaran bahkan dapat diketahui secara langsung ketika sudah dilaporkan ke sistem. Dengan catatan, sistem eBudgeting memuat fitur ini. Dengan demikian, pemerintah menjadi lebih akuntabel, karena setiap rupiah pengeluaran dapat dilacak dengan mudah.

Daftar manfaat ini dapat diperpanjang, termasuk kemungkinan melakukan simulasi dan bahkan peramalan anggaran. Lagi-lagi, jika fitur ini dirasa perlu dan dimasukkan ke dalam sistem. Jika daftar manfaat ini terwujud, kepercayaan publik terhadap pemerintah pun dapat terungkit.

Namun demikian, perlu diingat, penggunaan eBudgeting bukan tanpa hambatan. Sebagai halnya banyak inisiatif penggunaaan teknologi informasi di sektor publik, hambatan terbesarnya bukan masalah teknis. Faktor non-teknis, termasuk kepentingan beragam orang yang terlibat, sangat mungkin lebih dominan. Nilai yang disuntikkan ke dalam sistem eBudgeting adalah kontrol dan transparansi. Tidak semua orang nyaman dengan ini. Masalah klasik, namun tetap aktual.

Tulisan ini dimuat dalam Kolom Analisis Harian Kedaulatan Rakyat, 6 Maret 2015


Comments Off on eBudgeting

Oct 10 2011

Bisnis Sedot Pulsa

Beberapa hari yang lalu, baby sitter yang bekerja di rumah bercerita ketika mengikuti program kuis yang berhadiah pulsa melalui SMS di ponsel. Alih-alih mendapatkan hadiah pulsa, justru pulsa ponselnya yang terkuras. Seorang kawan juga mengeluhkan hal serupa, karena pulsa ponsel istrinya tersedot tanpa sebab yang jelas. Kasus seperti inilah yang dalam beberapa hari ini menjadi [...]

Comments Off on Bisnis Sedot Pulsa

Nov 12 2009

Gerakan Rakyat 2.0

Dalam beberapa minggu terakhir, rakyat disuguhi tontonan perseturuan antarlembaga negara pengawal hukum, Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) versus Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung (Kejagung). Beragam skenario berkembang, berbagai macam dugaan masih mencari jawab. Rakyat nampaknya sudah mulai eneg dengan suguhan tontonan yang nampaknya masih panjang untuk menyelesaikan episode terakhir. Rakyat dari berbagai elemen yang [...]

Comments Off on Gerakan Rakyat 2.0

Mar 08 2009

Pemimpin vs Bos

Ketika masih mahasiswa, saya teringat, berbagai pelatihan yang saya ikuti. Beberapa pelatihan diselesaikan pada malam hari, bahkan dini hari. Malam itu kami berkumpul di sebuah lapangan di tengah kampus ITB dan acara pun dimulai. Sesi malam itu, yang berakhir sekitar jam 2 pagi, adalah sesi terakhir. Materi utamanya adalah penguatan tim. Dalam suasana hening dan [...]

Comments Off on Pemimpin vs Bos

Nov 08 2008

First Thing First!

Setiap orang mempunyai tanggung jawab. Bahkan, banyak orang yang mempunyai tanggungjawab lebih dari satu. Setiap tanggungjawab harusnya dijalankan dengan baik. Hanya saja seringkali kapasitas tidak bisa mengakomodasi semuanya. Di sinilah saatnya kita harus mempunyai kepekaan tentang mana yang seharusnya didahulukan, mana yang bisa ditunda, dan mana yang mungkin harus kita lupakan.  Tanggungjawab ada yang bersifat wajib [...]

No responses yet

Nov 05 2008

Servant Leadership

Kepemimpinan Pelayan, begitu kalau diterjemahkan secara langsung. Istilah servant leadership sendiri dalam literatur modern muncul pada awal 2000a. Saya teringat, dalam hazanah sejarah Islam, praktek servant leadership sangat jelas maujud dalam diri Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Istilah servant leadership diperkenalkan oleh Greenleaf dalam bukunya yang berjudul Servant Leadership: A Journey into the nature of [...]

No responses yet

Next »